INTELEGENSI DAN FAKTOR PERKEMBANGANNYA
Hai Sobat Elektro😍, untuk postingan pertama saya kali ini, bang elektro bakal bahas tentang intelensi (intellegence), atau orang umumnya mengatakan kecerdasan. sebenernya ini tugas kuliah bang elektro sih, disuruh dosen bikin makalah tentang intelegensi. yah bang pikir-pikir ini lumayan lah buat postingan pertama. hehe 😄
Disini bang elektro bakal jelasin dari berbagai sudut pandang ahli, termasuk apa perbedaannya dengan instink serta bakat, faktor-faktor perkembangan intelegensi, oke selamat menyimak ya sob..
😊
1. Teori Intelegensi
- Menurut sejarah psikologi pendidikan, menyatakan bahwa inteligensi sebagai suatu kemampuan mental tunggal yang sifatnya umum dan melandasi berbagai fungsi yang berbeda-beda. Inteligensi dianggap sebagai suatu kemampuan global. Sperman (1932), penemu analisis faktor, mengusulkan bahwa paling tidak ada dua faktor di dalam inteligensi, yakni faktor umum “g” yang merupakan faktor penentu utama dalam perilaku inteligen, dan banyak faktor-faktor spesifik lainnya yang disebut “s”.
- Menurut Lewis Terman (1900), inteligensi merupakan satu kemampuan tunggal yang disebut usia mental (mental age).
- Menurut Winkel, 1996 :139 menyatakan bahwa inteligensi adalah sebagai kemampuan untuk berpikir abstrak.
- Menurut Thornburg (1984:179), inteligensi merupakan monogenetik karena didasarkan pada faktor umum tunggal (general, disingkat g) yang diwarisi.
- Menurut Sternberg (1931),
yaitu memandang inteligensi tidak hanya sebagai proses kognitif semata-mata,
tetapi juga ada kaitannya dengan lingkungan sekitarnya. inteligensi ini
mempunyai tiga bagian sehingga teorinya dikenal dengan teori inteligensi
triarkhis. Tiga bagian inteligensi itu adalah konseptual, kreatif dan
kontekstual. ; a. konseptual adalah komponen pemrosesan informasi yang digunakan dalam inteligensi dan mempunyai tiga fungsi yaitu komponen pengatur dan pengontrol (metacomponent atau metacognition), komponen pelaksanaan (performance) dan komponen untuk memperoleh informasi baru (knowledge acquisition). ; b. Kreatif merupakan kemampuan seseorang untuk menghadapi tantangan baru secara efektif dan mencapai taraf kemahiran dalam berpikir sehingga mudah berhasil mengatasi segala permasalahan yang muncul.;c. kontekstual adalah kemampuan untuk menempatkan diri dalam lingkungan yang memungkinkan akan berhasil, menyesuaikan diri dengan lingkungan dan mengadakan perubahan terhadap lingkungan.
- Menurut teori multiple intelligence Howard Gardner, mengemukakan bahwa inteligensi tidaklah bersifast tunggal, tetapi majemuk.
- Menurut Howard Gardner (1983), menyatakan bahwa inteligensi manusia majemuk dan terdiri atas: Inteligensi verbal-linguistik, inteligensi logika-matematika, inteligensi spasial, inteligensi musical, inteligensi bodi-kinestetik, inteligensi intrapersonal, inteligensi interpersonal, inteligensi natural, inteligensi eksistensial, inteligensi spiritual.
- Menurut Charles Spearman (1927), inteligensi bukanlah kemampuan tunggal, melainkan terdiri dari dua faktor, sehingga teorinya dikenal sebagai teori inteligensi dwifaktor atau bifaktor. Faktor umum mendasari semua tingkah laku, sedang faktor khusus hanya mendasari tingkah laku tertentu.
- Menurut Suryabrata (2002:128), faktor umum bergantung kepada keturunan dan faktor khusus bergantung kepada pengalaman (lingkungan, pendidikan).
- Menurut Louis L Thurstone (1938), ia memandang inteligensi bersifat multifaktor. Faktor-faktor yang membentuk inteligensi adalah faktor umum (common factors, disingkat c) terdiri dari tujuh faktor yang membentuk perilaku tertentu yang bersifat umum. Sedangkan faktor khusus (specific factors) adalah faktor-faktor yang mendasari perilaku yang bersifat khusus.
- Menurut JP Guilford (1967), faktor yang membentuk inteligensi bukan hanya satu faktor (Terman), dua faktor (Spearman), tiga faktor (Sternberg) atau tujuh faktor (Thurstone), melainkan 120 faktor.
Jadi
jelas bahwa inteligensi bukan saja sebagai satu aspek tunggal yang bebas
budaya. Inteligensi merupakan kemampuan bawaan yang berkembang berkat
diperolehnya pengetahuan dan dimanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Inteligensi berkembang dipengaruhi oleh berbagai faktor,
antara lain: Faktor budaya, Genes,
Parents’ education, Enriched environments, Both heredity and environment are
about equally influential
2. Instink, Bakat,
& Inteligensi
Instink
adalah tingkah laku yang rumit, yang membutuhkan keterampilan yang tinggi dan
digunakan untuk menyesuaikan diri terhadap situasi yang sulit, sehingga
nampaknya seolah-olah seperti tingkah laku inteligensif.
Bakat adalah kondisi di dalam diri seseorang yang
memungkinkanya dengan suatu latihan khusus mencapai kecakapan, pengetahuan dan
keterampilan khusus.
Pengertian bakat
menurut Muhibbin Syah adalah (aptitude), yaitu kemampuan potensial yang
dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang.
Bakat juga diartikan sebagai kemampuan individu untuk melakukan tugas tertentu
tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan dan latihan. Misalnya seseorang
siswa yang berbakat dalam bidang elektro, mereka akan jauh lebih mudah menyerap
informasi, pengetahuan, dan keterampilan yang berhubungan dengan bidang
tersebut dibanding dengan siswa yang lain.
2.3. Faktor-faktor yang
mempengaruhi perkembangan inteligensi
Faktor faktor yang
mempengaruhi perkembangan intelegensi anak (peserta didik) antara lain:
- Faktor kondisi lingkungan adalah kecerdasan yang diperoleh dari kegiatan yang diperoleh dari pergaulan dengan lingkungannya.
- Faktor gizi yang dikonsumsi dan rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional.
- Faktor pemahaman tentang pengertian-pengertian kepandaian, terpelajar dan kepintaran dengan inteligensi (kecerdasan), apalagi untuk masing masing itu digunakan ukuran-ukuran yang berbeda.
- Faktor Kejiwaan dan emosional
- Memberikan perhatian dan rangsangan mental anak sedini mungkin
- Pengekangan yang berlebihan terhadap kebebasan anak juga kurang bijaksana
Menurut M. Ngalim Purwanto (2004: 55-56), yang
mempengaruhi perkembangan inteligensi antara lain :
- Faktor pembawaan: pembawaan ditentukan oleh sifat-sifat dan ciri-ciri yang dibawa sejak lahir batas kesanggupan kita, yakni dapat tindaknya seseorang memecahkan suatu soal, pertama-tama ditentukan oleh pembawaan kita.
- Faktor kematangan: Tiap organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan, Tiap organ (fisik dan psikis) dapat dikatakan telah matang jika ia telah mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya masing-masing.
- Faktor pembentukan: pembentukan ialah segala keadaan diluar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan intelegensi.
- Faktor minat dan pembawaan yang khas: minat mengarahkan pembuatan kepada suatu tujuan dan dorongan bagi pembawaan itu. Dorongan-dorongan (motif-motif) yang mendorong manusia untuk berinteraksi dengan dunia luar.
- Faktor kebebasan: kebebasan berarti bahwa
manusia itu dapat memilih metode-metode yang tertentu dalam memecahkan
masalah-masalah. Manusia mempunyai kebebasan memilih metode juga bebas dalam
memilih masalah sesuai dengan kebutuhannya
sekian penjelasan intelegensi kali ini, kalo ada kesalahan dan pertanyaan, silakan tulis di kolom komentar yak..

No comments:
Post a Comment