Friday, September 28, 2018

FLOWCHART






oke sobat elektro, kali ini kita akan bahas hal yang paling mendasar dari laporan mata pelajaran pemrograman komputer, yaitu flowchart. 

Flowchart adalah Suatu diagram yang menggunakan simbol-simbol khusus yang menunjukkan langkah-langkah sebuah program. Simbol-simbol tersebut mengindikasikan aksi apa yang akan dilakukan atau keputusan apa yang akan dibuatBisa juga digunakan untuk menggambarkan proses yang kompleks ketika terjadi gabungan antara aksi dan pengambilan keputusanFlowchart membantu dalam planning & programming.


Flowchart digunakan untuk menggambarkan:

1.      Langkah-langkah dalam suatu proses
2.      Keputusan yang dibuat dalam proses tersebut
3.      Data penting yang digunakan dalam langkah-langkah tersebut, jika data tersebut penting



Macam-macam simbol yang dipakai dalam menyajikan flowchart:
penjelasannya:
Hanya satu "mulai" & satu "berhenti" 1 panah saja
Setiap flowchart dimulai dengan satu "permulaan" & diakhiri dengan satu "berhenti"


2 panah saja 1 masuk & 1 keluar Contoh: Memasukan data, dapatkan nama lengkap: *
Tampilkan hasil: masukkan nama lengkap



2 panah saja, 1 masuk & 1 keluar Contoh:
Declaration 
var sum : real
Initialization
sum := 30.14
Calculation


3 panah; 1 in & 2 out. Digunakan saat program kita mencocokkan input dengan suatu pernyataan.
Question
Gunakan kalimat tanya yang dapat dijawab dengan Yes atau No
2 out going arrows
T (True, Yes)
F (False, No)



Menunjukkan halaman berikutnya  dan Menunjukkan halaman sebelumnya. dilakukan saat kita Kehabisan ruang

Pergi dari satu langkah ke langkah lainnya


Dari Atas ke Bawah & dari Kiri ke Kanan
fungsi tanda ini adalah menunjukkan runtutan sistem kerja project yang kita buat



contoh hasil flowchart dari sebuah program pengangkat telpon otomatis

Wednesday, September 26, 2018

PICSAY PRO, editor anak zaman now

PICSAY PRO

Hasil gambar untuk picsay pro

hai sobat elektro, kali ini anak elektro bakal share aplikasi wajib anak zaman now, namanya picsay pro. bikin editan fotomu layaknya editor professional..
lihat nih contoh hasil editannya.

Gambar terkait
Hasil gambar untuk picsay pro
Gambar terkait


masih banyak yang bisa kalian lakuin di picsay pro.
oke langsung aja, link download ada di bawah, tutorial bisa langsung cek youtube sob..
↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓

DOWNLOAD - Picsay pro

Lebih dekat dengan Bakat


BAKAT DAN FAKTOR PERKEMBANGANNYA

hai Sobat Elektro, kali ini kita akan membahas bakat dari berbagai sudut pandang, termasuk faktor-faktor perkembangannya, baik faktor intern maupun faktor ekstern.
Kadang kita bingung menbedakan antara potensi, pasion, dan bakat itu sendiri, jadi mungkin artikel bang elektro kali ini bakal manfaat banget buat kalian. oke langsung simak aja ya sob... 😊😍
Hasil gambar untuk child
Teori-Teori Bakat
Sejarah adalah sesuatu yang amat ideal apabila kita dapat memberikan pendidikan yang benar-benar sesuai dengan bakat peserta didik kita. Masalah bakat adalah masalah yang sama tuanya dengan manusia itu sendiri. Semenjak dahulu orang sudah berusaha membahas masalah bakat ini. Urgensinya masih tetap aktual sampai saat ini, meski dari kacamata ilmu pengetahuan, hasilnya masih jauh dari memuaskan. Urgensi dalam mengaplikasikan bakat tidak hanya terbatas pada bidang pendidikan saja, melainkan juga dalam hal pemilihan lapangan kerja (Suryabrata, 1995).

Menurut Crow dan Crow (1989) bakat bisa dianggap sebagai kualitas yang dimiliki oleh semua orang dalam tingkat yang beragam. Bakat juga dapat dianggap sebagai keunggulan khusus dalam bidang perilaku tertentu, seperti musik, matematika atau olahraga. Cattel (dalam Crow dan Crow, 1989) mencoba menemukan perbedaan-perbedaan di antara individu dalam bidang-bidang seperti di bawah ini, yang sebagian besar berhubungan dengan ketajaman sensoris (indra), kekuatan otot dibandingkan dengan kemampuan-kemampuan mental lainnya yang lebih kompleks:
a.       Kekuatan memegang atau menggenggam
b.      Kecepatan gerakan lengan
c.       Dua ambang mata pada belakang tangan
d.      Jumlah tekanan yang diperlukan yang mengakibatkan rasa sakit pada dahi
e.       Perbedaan berat yang tidak begitu kentara
f.        Waktu dalam bereaksi terhadap bunyi
g.      Waktu yang dibutuhkan untuk menyebutkan sepuluh warna
h.      Membagi garis menjadi dua yang masing-masing panjangnya 50 cm
i.        Kemampuan untuk mereproduksi selama jangka waktu 10 detik dengan ketukan setelah itu subjek diminta untuk mengingatnya
j.        Saat mengingat huruf-huruf yang berhubungan dengan pendengaran.
Dalam perkembangan berikutnya, hanya tiga aspek dari kesepuluh tes tersebut di atas yang digunakan untuk mengukur kemampuan-kemampuan khusus dan tes bakat tertentu (Crow dan Crow, 1989).

Dua tokoh penting di dalam sejarah perkembangan pendefinisian bakat yang kemudian dianggap sebagai kemampuan khusus adalah Thordike dan Spearman. Thorndike mengemukakan bahwa individu memiliki tiga jenis intelegensi (abstrak, mekanis, dan sosial), sedangkan Spearman mengemukakan teori mengenai faktor G dan faktor S dalam intelegensi. Usaha-usaha dewasa ini mencoba untuk menemukan atau mengetahui kemampuan atau bakat khusus yang lebih sesuai dengan kondisi individu dalam keikutsertaannya dalam bidang pekerjaan dan pendidikan (Crow dan Crow, 1989).

William B. Michael (dalam Suryabrata, 1995) mendefinisikan bakat sebagai “kapasitas seseorang dalam melakukan tugas, yang sedikit sekali dipengaruhi atau tergantung pada latihan”. Sementara itu Brigham (dalam Suryabrata, 1995) mendefinisikan bakat yang dititik beratkan kepada apa yang dapat dilakukan individu (segi performance/kinerja), setelah individu mendapatkan latihan.

Traxler (dalam Crow dan Crow, 1989) mendefinisikan bakat sebagai kondisi, kualitas, atau sekumpulan kualitas pada diri individu yang menunjukkan kemungkinan sampai dimana dia akan mampu mendapatkan, dengan latihan yang cocok, pengetahuan, keterampilan, atau sekumpulan pengetahuan, pengertian dan keterampilan, seperti kemampuan untuk menyumbangkan diri dalam bidang seni, kemampuan mekanik, kemampuan matematika, atau kemampuan membaca dan berbicara dengan menggunakan bahasa asing.

Woodworth dan Marquis (dalam Suryabrata, 1995) memberikan definisi bakat sebagai prestasi yang dapat diramalkan dan dapat diukur melalui tes khusus oleh karena itu bakat dikategorikan sebagai suatu kemampuan (ability), yang memiliki tiga arti:
1.      Achievement, yang merupakan kemampuan aktual yang dapat diukur dengan alat tes tertentu;
2.      Capacity, yang merupakan kemampuan potensial, yang dapat diukur secara tidak langsung dengan melalui pengukuran terhadap kecakapan individu, dimana kecakapan ini berkembang dengan perpaduan antara dasar dengan latihan yang intensif dan pengalaman;
3.      Aptitude, yaitu kualitas yang hanya dapat diungkap/diukur dengan tes khusus yang sengaja dibuat untuk itu.
Selanjutnya Guilford (dalam Suryabrata, 1995) mendefinisikan bakat dengan corak yang agak berbeda, ia menyatakan bahwa bakat adalah kemampuan kinerja yang mencakup dimensi perseptual, dimensi psikomotor, dan dimensi intelektual. Masing-masing dimensi tersebut mengandung faktor-faktor psikologis seperti misalnya memori, penalaran, dan sebagainya.

Dari berbagai pendapat para ahli di atas, terbukti bahwa ternyata tidak ada keseragaman dalam mendefinisikan bakat. Meski berbeda, pendapat-pendapat tersebut dapat dianggap saling melengkapi satu sama lain. Jadi, bakat (aptitude) adalah kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih untuk mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilah khusus, misalnya kemampuan berbahasa, bermain musik, melukis, dan lain-lain. Seseorang yang berbakat musik misalnya, dengan latihan yang sama dengan orang lain yang tidak berbakat musik, akan lebih cepat menguasai keterampilan tersebut. Untuk bisa terealisasi bakat harus ditunjang dengan minat, latihan, pengetahuan, pengalaman agar bakat tersebut dapat teraktualisasi dengan baik.

Timbulnya Kebutuhan untuk Mengerti Bakat
Memperhatikan kelebihan atau bakat anak membutuhkan usaha yang serius dan berkesinambungan. Penelusuran dan penjajakan yang dangkal dapat menyesatkan, misalnya: “Saya merasa bakat saya di bidang musik karena saya suka sekali mendengar musik”, “Saya suka travelling dan kelihatannya menyenangkan menjadi pemandu wisata, bisa jalan-jalan makannya saya akan memilih sekolah pariwisata”

Alasan-alasan untuk memilih studi lanjutan sebagaimana contoh di atas tidak cukup kuat, dan membutuhkan penulusuran yang lebih jauh, baik untuk bidang studi yang akan dipilih maupun dari kemampuan, minat serta kepribadian remaja.

Dengan mengembangkan minat dan bakat serta memberikan bimbingan karir sejak dini, remaja akan semakin menyadari mengenai apa yang ia suka dan mampu lakukan, dan akan menjadi lebih jelas pendidikan atau pekerjaan apa yang mungkin akan ditekuninya disertai dengan pemahaman tentang kekuatan dan kelemahannya, sehingga ia bisa menentukan pilihan yang tepat dan menyiapkan diri untuk menggapai mimpinya.

Faktor-faktor Lain yang Mempengaruhi Tampilannya Bakat
Tidak semua manusia memiliki bakat yang sama. Setiap orang yang dilahirkan memiliki bakat yang berbeda, untuk mengembangkan bakat anak ada beberapa yang menjadi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam mengembangkan bakat anak. Faktor pendorong membuat anak menjadi semangat dalam mengembangkan bakat yang dimilikinya, namun ada yang menjadi faktor penghambat untuk anak dalam mengembangkan bakat yang dimilikinya, faktor penghambat akan membuat anak putus asa atas bakat yang telah dimilikinya.
Adapun yang menjadi faktor pendorong anak dalam mengembangkan bakat, antara lain:
1.      Faktor Intern
a.       Faktor Bawaan (Genetik)
Faktor ini merupakan faktor pendukung yang berasal dari orangtuanya atau dapat dikatakan sebagai, anak mendapat pewarisan bakat yang dimiliki oleh ayah dan ibunya.
b.      Faktor Kepribadian
Faktor kepribadian yaitu perkembangan bakat anak yang tergantung pada dirinya sendiri. Apabila dari kepribadiannya sendiri mampu ia kembangkan maka, bukan tidak mungkin ia akan berkembang secara alami. Namun sebaliknya, apabila dari kepribadiannya ia sudah menutup, maka bukan tidak mungkin ia tidak akan berkembang.
2.      Faktor Ekstern
a.       Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan terbagi atas:
1.      Lingkungan keluarga
Lingkungan keluarga merupakan tempat awal untuk mengetahui bakat anak dan menjadikan ajang pelatihan bakat yang ada pada diri anak. Orangtua membimbing anak dalam menggapai bakat.
2.       Lingkungan sekolah
Lingkungan sekolah dapat digunakan untuk anak dalam proses belajar mengajar dan dapat mempengaruhi minat dan bakat anak dikembangkan secara intensif dan guru menjadi tanggungjawab untuk proses pengembangan bakat di sekolah.
3.      Lingkungan sosial
Suatu lingkungan pasti berhubungan dengan banyak orang atau masyarakat. Anak dapat mengembangkannya bersama masyarakat dan bisa bertukar pengalaman dengan masyarakat, sehingga anak lebih berbakat dalam mengembangkannya.

oke, cukup sekian pembahasan bakat kali ini, semoga bermanfaat, kalo ada pertanyaan dan saran silakan comentya sob... monggo banget..

INTELEGENSI DAN FAKTOR PERKEMBANGANNYA


INTELEGENSI DAN FAKTOR PERKEMBANGANNYA


Hai Sobat Elektro😍, untuk postingan pertama saya kali ini, bang elektro bakal bahas tentang intelensi (intellegence), atau orang umumnya mengatakan kecerdasan. sebenernya ini tugas kuliah bang elektro sih, disuruh dosen bikin makalah tentang intelegensi. yah bang pikir-pikir ini lumayan lah buat postingan pertama. hehe 😄


Disini bang elektro bakal jelasin dari berbagai sudut pandang ahli, termasuk apa perbedaannya dengan instink serta bakat, faktor-faktor perkembangan intelegensi, oke selamat menyimak ya sob..
😊



1. Teori Intelegensi
  1. Menurut sejarah psikologi pendidikan, menyatakan bahwa inteligensi sebagai suatu kemampuan mental tunggal yang sifatnya umum dan melandasi berbagai fungsi yang berbeda-beda. Inteligensi dianggap sebagai suatu kemampuan global. Sperman (1932), penemu analisis faktor, mengusulkan bahwa paling tidak ada dua faktor di dalam inteligensi, yakni faktor umum “g” yang merupakan faktor penentu utama dalam perilaku inteligen, dan banyak faktor-faktor spesifik lainnya yang disebut “s”.
  2. Menurut Lewis Terman (1900), inteligensi merupakan satu kemampuan tunggal yang disebut usia mental (mental age).
  3. Menurut Winkel, 1996 :139 menyatakan bahwa inteligensi adalah sebagai kemampuan untuk berpikir abstrak.
  4. Menurut Thornburg (1984:179), inteligensi merupakan monogenetik karena didasarkan pada faktor umum tunggal (general, disingkat g) yang diwarisi.
  5. Menurut Sternberg (1931), yaitu memandang inteligensi tidak hanya sebagai proses kognitif semata-mata, tetapi juga ada kaitannya dengan lingkungan sekitarnya. inteligensi ini mempunyai tiga bagian sehingga teorinya dikenal dengan teori inteligensi triarkhis. Tiga bagian inteligensi itu adalah konseptual, kreatif dan kontekstual. ; a. konseptual adalah komponen pemrosesan informasi yang digunakan dalam inteligensi dan mempunyai tiga fungsi yaitu komponen pengatur dan pengontrol (metacomponent atau metacognition), komponen pelaksanaan (performance) dan komponen untuk memperoleh informasi baru (knowledge acquisition). ; b. Kreatif merupakan kemampuan seseorang untuk menghadapi tantangan baru secara efektif dan mencapai taraf kemahiran dalam berpikir sehingga mudah berhasil mengatasi segala permasalahan yang muncul.;c. kontekstual adalah kemampuan untuk menempatkan diri dalam lingkungan yang memungkinkan akan berhasil, menyesuaikan diri dengan lingkungan dan mengadakan perubahan terhadap lingkungan.

  6. Menurut teori multiple intelligence Howard Gardner, mengemukakan bahwa inteligensi tidaklah bersifast tunggal, tetapi majemuk.
  7. Menurut Howard Gardner (1983), menyatakan bahwa inteligensi manusia majemuk dan terdiri atas: Inteligensi verbal-linguistik, inteligensi logika-matematika, inteligensi spasial, inteligensi musical, inteligensi bodi-kinestetik, inteligensi intrapersonal, inteligensi interpersonal, inteligensi natural, inteligensi eksistensial, inteligensi spiritual.
  8. Menurut Charles Spearman (1927), inteligensi bukanlah kemampuan tunggal, melainkan terdiri dari dua faktor, sehingga teorinya dikenal sebagai teori inteligensi dwifaktor atau bifaktor. Faktor umum mendasari semua tingkah laku, sedang faktor khusus hanya mendasari tingkah laku tertentu.
  9. Menurut Suryabrata (2002:128), faktor umum bergantung kepada keturunan dan faktor khusus bergantung kepada pengalaman (lingkungan, pendidikan).
  10. Menurut Louis L Thurstone (1938), ia memandang inteligensi bersifat multifaktor. Faktor-faktor yang membentuk inteligensi adalah faktor umum (common factors, disingkat c) terdiri dari tujuh faktor yang membentuk perilaku tertentu yang bersifat umum. Sedangkan faktor khusus (specific factors) adalah faktor-faktor yang mendasari perilaku yang bersifat khusus.
  11. Menurut JP Guilford (1967), faktor yang membentuk inteligensi bukan hanya satu faktor (Terman), dua faktor (Spearman), tiga faktor (Sternberg) atau tujuh faktor (Thurstone), melainkan 120 faktor.
Jadi jelas bahwa inteligensi bukan saja sebagai satu aspek tunggal yang bebas budaya. Inteligensi merupakan kemampuan bawaan yang berkembang berkat diperolehnya pengetahuan dan dimanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari. Inteligensi berkembang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain: Faktor budaya, Genes, Parents’ education, Enriched environments, Both heredity and environment are about equally influential

2. Instink, Bakat, & Inteligensi
Instink adalah tingkah laku yang rumit, yang membutuhkan keterampilan yang tinggi dan digunakan untuk menyesuaikan diri terhadap situasi yang sulit, sehingga nampaknya seolah-olah seperti tingkah laku inteligensif.
Bakat adalah kondisi di dalam diri seseorang yang memungkinkanya dengan suatu latihan khusus mencapai kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus.
Pengertian bakat menurut Muhibbin Syah adalah (aptitude), yaitu kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. Bakat juga diartikan sebagai kemampuan individu untuk melakukan tugas tertentu tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan dan latihan. Misalnya seseorang siswa yang berbakat dalam bidang elektro, mereka akan jauh lebih mudah menyerap informasi, pengetahuan, dan keterampilan yang berhubungan dengan bidang tersebut dibanding dengan siswa yang lain.
2.3. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan  inteligensi
Faktor faktor yang mempengaruhi perkembangan intelegensi anak (peserta didik) antara lain:
  •        Faktor kondisi lingkungan adalah kecerdasan yang diperoleh dari kegiatan yang diperoleh dari pergaulan dengan lingkungannya.
  •       Faktor gizi yang dikonsumsi dan rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional.
  •     Faktor pemahaman tentang pengertian-pengertian kepandaian, terpelajar dan kepintaran dengan inteligensi (kecerdasan), apalagi untuk masing masing itu digunakan ukuran-ukuran yang berbeda.
  •            Faktor Kejiwaan dan emosional
  •            Memberikan perhatian dan rangsangan mental anak sedini mungkin
  •            Pengekangan yang berlebihan terhadap kebebasan anak juga kurang bijaksana
Menurut M. Ngalim Purwanto (2004: 55-56), yang mempengaruhi perkembangan inteligensi antara lain :
  • Faktor pembawaan: pembawaan ditentukan oleh sifat-sifat dan ciri-ciri yang dibawa sejak lahir batas kesanggupan kita, yakni dapat tindaknya seseorang memecahkan suatu soal, pertama-tama ditentukan oleh pembawaan kita.
  • Faktor kematangan: Tiap organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan, Tiap organ (fisik dan psikis) dapat dikatakan telah matang jika ia telah mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya masing-masing.
  • Faktor pembentukan: pembentukan ialah segala keadaan diluar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan intelegensi.
  • Faktor minat dan pembawaan yang khas: minat mengarahkan pembuatan kepada suatu tujuan dan dorongan bagi pembawaan itu. Dorongan-dorongan (motif-motif) yang mendorong manusia untuk berinteraksi dengan dunia luar.
  • Faktor kebebasan: kebebasan berarti bahwa manusia itu dapat memilih metode-metode yang tertentu dalam memecahkan masalah-masalah. Manusia mempunyai kebebasan memilih metode juga bebas dalam memilih masalah sesuai dengan kebutuhannya


    sekian penjelasan intelegensi kali ini, kalo ada kesalahan dan pertanyaan, silakan tulis di kolom komentar yak.. 

FLOWCHART

oke sobat elektro, kali ini kita akan bahas hal yang paling mendasar dari laporan mata pelajaran pemrograman komputer, yaitu flo...